wirelessimpacts.org – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan pembangunan sumur bor air baku untuk masyarakat Aceh Tamiang.
Langkah ini dilakukan pascabencana banjir bandang untuk memastikan ketersediaan air bersih dan mendukung pemulihan sosial-ekonomi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penyediaan air bersih menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana.
“Pemulihan tidak hanya perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan akses kebutuhan dasar, terutama air bersih,” kata Dody, Rabu (7/1).
Ia menambahkan, fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera kembali berfungsi.
Baca juga: “Perkuat UMKM Singkong Bogor, Bapanas Serahkan Bantuan Alat”
Progres Pengeboran Sumur Bor di Berbagai Kecamatan
Hingga 5 Januari 2026, progres pengeboran menunjukkan hasil signifikan, dengan kedalaman rata-rata 70–105 meter.
Target kedalaman sumur berkisar 100–150 meter, menyesuaikan kondisi geologi lokal dan potensi akuifer.
Di Kecamatan Manyak Payed, pengeboran di Masjid Simpang Lhee mencapai kedalaman 82 meter.
Sumur ini sudah memasuki tahap konstruksi dan mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.
Di Desa Meurandeh, pilot hole telah mencapai 88 meter dari target 90 meter, dan akan dilanjutkan ke tahap reaming.
Tahap ini penting untuk membangun sumur permanen yang dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Di Kantor Camat Kuala Simpang, kedalaman pengeboran mencapai 77 meter dari target 80 meter.
Berdasarkan kajian hidrogeologi, lokasi ini memiliki potensi akuifer di 23–35 meter dan lebih dari 150 meter, sehingga pengeboran dilakukan bertahap.
Sementara di Kecamatan Banda Mulia, pengeboran Masjid Al Ikhlas Gampong Sukajadi telah mencapai 72 meter dari target 100 meter.
Potensi akuifer berada pada rentang 39–78 meter, sehingga sumur ini diproyeksikan segera memasuki tahap konstruksi.
Di TK Nurul Ikhlas Telaga Meuku II, Sidomulyo, pilot hole mencapai 82 meter dari rencana 100 meter.
Hasil awal menunjukkan keberadaan akuifer, sehingga lokasi ini akan dilanjutkan ke tahap konstruksi sumur.
Namun, di Kecamatan Karang Baru, Kantor Datok Gampong Menanggini baru mencapai kedalaman 25 meter dari target 60 meter.
Progresnya terhambat karena kerusakan alat bor, dan tim lapangan telah menyiapkan strategi perbaikan agar pekerjaan berlanjut.
Survei Geolistrik dan Perencanaan Lokasi Tambahan
Untuk memastikan ketepatan titik dan kedalaman pengeboran, Kementerian PU melaksanakan survei geolistrik di beberapa lokasi.
Daerah survei meliputi Desa Gelung (Kecamatan Seruway), Desa Meurandeh (Manyak Payed), Tenggulun, Padang Linggis, Pante Cempa, Bandar Khalifah Hulu, dan Ronggoh.
Survei tambahan dilakukan di Manyak Payed dan Kantor Kejaksaan Negeri, termasuk dua lokasi cadangan sebagai antisipasi.
Langkah ini memastikan setiap sumur bor memiliki potensi sumber air optimal dan dapat mendukung kebutuhan masyarakat luas.
Beberapa lokasi dipersiapkan untuk tahap konstruksi sumur, antara lain Desa Meurandeh, Kantor Camat Kuala Simpang, TK Nurul Ikhlas Banda Mulia, dan Desa Matang Teupah.
Tim PU menunggu kesiapan alat logging, reaming, dan finalisasi konstruksi untuk memastikan sumur permanen dapat beroperasi maksimal.
Dampak dan Harapan Pembangunan Sumur Bor
Pembangunan sumur bor ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga Aceh Tamiang.
Selain mendukung kesehatan dan kenyamanan, sumur bor juga mempercepat pemulihan aktivitas sosial-ekonomi pascabencana.
Langkah Kementerian PU ini sejalan dengan misi peningkatan infrastruktur air bersih di daerah terdampak bencana.
Dengan kombinasi survei geolistrik, teknik pengeboran modern, dan pemilihan lokasi strategis, pemerintah memastikan keberlanjutan pasokan air.
Dody Hanggodo menambahkan, pembangunan sumur bor merupakan bagian dari strategi jangka panjang.
“Target kami bukan hanya pemulihan pascabencana, tetapi memastikan warga Aceh Tamiang memiliki akses air bersih berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui proyek ini, Kementerian PU menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat serta kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di masa depan.
Baca juga: “Pertamina EP Zona 4 Cetak Rekor Pengeboran Terdalam, Tembus 769 Meter”




Leave a Reply