Perkuat UMKM Singkong Bogor, Bapanas Serahkan Bantuan Alat

wirelessimpacts.org – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) singkong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui bantuan alat produksi. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas olahan, efisiensi usaha, kualitas produk, dan daya saing UMKM lokal.

Andi, pelaku UMKM pengolahan singkong, menjelaskan proses produksi sebelumnya masih manual dan tradisional, sehingga kualitas produk tidak stabil dan risiko kontaminasi tinggi.

“Dulu pengolahan masih manual dan sangat bergantung pada cara tradisional. Sekarang, dengan alat dari Bapanas, proses lebih higienis dan kualitas produk stabil,” kata Andi saat menerima kunjungan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, di Bogor, Sabtu.

Baca juga: “Bintan Terima Kedatangan 220 Wisman Perdana 2026”

Bantuan Alat Produksi Dorong Diversifikasi Produk Singkong

Bantuan alat yang diberikan Bapanas mencakup mesin parut, drum peniris/pengering dengan konveyor, drum pencuci, goblek ayakan, alat pengering heat exchanger, dan bak penampung. Menurut Andi, alat ini memungkinkan pengembangan berbagai produk turunan singkong, termasuk tepung tapioka dan mocaf, yang memiliki potensi pasar lebih luas.

“Ke depan, produk berbasis singkong ini bisa masuk ke pasar yang lebih besar, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Andi. Ia menekankan, bantuan ini bukan sekadar alat produksi, melainkan motivasi untuk mengembangkan potensi pangan lokal.

Bapanas Dorong UMKM Sebagai Penggerak Ketahanan Pangan

Deputi Andriko Noto Susanto menegaskan bantuan alat kepada UMKM merupakan strategi Bapanas memperkuat pangan lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha.

“UMKM adalah penggerak penting penganekaragaman pangan. Dengan peralatan lebih baik, UMKM bisa meningkatkan kualitas, memperluas pasar, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelas Andriko.

Menurutnya, penguatan UMKM juga mendukung peningkatan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Produk olahan singkong dapat menjadi alternatif pangan pokok maupun pangan olahan yang sesuai kebutuhan gizi masyarakat.

Pendekatan Terpadu untuk Ekosistem Pangan Lokal

Badan Pangan Nasional mendorong penguatan UMKM pangan lokal seiring peningkatan teknologi, akses pasar, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Strategi ini diharapkan membentuk ekosistem pangan lokal yang kuat, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pendekatan ini menciptakan ekosistem yang mendukung UMKM, meningkatkan kualitas produk, dan membuka peluang pasar lebih luas,” tutup Andriko.

Dengan dukungan Bapanas, UMKM singkong di Bogor kini memiliki fondasi untuk berkembang lebih modern dan profesional, sekaligus memperkuat kontribusi pangan lokal terhadap ketahanan pangan nasional.

Baca juga: “Eyebost Ulur Bantuan untuk Sumatera, Dedikasi UMKM Kepada Sesama”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *