Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Minyak, Pemkab Selidiki

wirelessimpacts.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, tengah menyelidiki sumur bor milik warga yang mengeluarkan cairan menyerupai minyak mentah. Sumur tersebut berada di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Zainul Qomar, mengatakan, laporan awal diterima setelah pengeboran sumur mencapai kedalaman 105 meter. “Pipa sumur tiba-tiba mengeluarkan cairan berwarna coklat yang bisa dibakar,” ujarnya, Kamis malam.

Fenomena ini menarik perhatian warga setempat. Beberapa warga bahkan mengambil cairan itu dan melakukan uji coba dengan membakarnya. Untuk mengantisipasi risiko, lokasi sumur saat ini ditutup dan diamankan.

Koordinasi Pemkab dan Langkah Uji Laboratorium

Zainul menambahkan, Pemkab Bangkalan sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bagian Perekonomian. Langkah ini dilakukan sebagai dasar laporan ke Bagian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur agar sampel cairan diuji di laboratorium.

“Petugas dari kepolisian Polres Bangkalan telah memasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat,” jelas Zainul. Hal ini penting untuk menghindari kecelakaan atau risiko kebakaran akibat sifat cairan yang mudah terbakar.

Baca juga: “Kementerian PU Fokus Bangun Sumur Bor untuk Warga Aceh Tamiang”

Kasus Serupa Pernah Terjadi di Bangkalan

Fenomena sumur bor mengeluarkan cairan seperti minyak mentah bukan pertama kali terjadi di Bangkalan. Pada September 2025, kejadian serupa terjadi di Dusun Lonbilleh, Desa Tramok, Kecamatan Kokop, ketika pengeboran mencapai kedalaman 59 meter.

Menurut catatan Pemkab, kasus-kasus sebelumnya menunjukkan adanya potensi minyak bumi dangkal di beberapa wilayah Bangkalan, tetapi belum ada eksplorasi formal dari pihak profesional.

Pentingnya Penanganan Aman dan Pengawasan

Pemkab menekankan bahwa penanganan sumur bor yang mengeluarkan minyak harus dilakukan secara hati-hati. Langkah pengambilan sampel dan uji laboratorium menjadi krusial untuk memastikan kandungan cairan tersebut.

Selain itu, pengawasan ketat terhadap warga yang mendekat ke lokasi dilakukan untuk mencegah risiko kebakaran dan cedera. Zainul juga mengimbau warga agar tidak mencoba menggunakan atau menyalakan cairan tersebut secara langsung.

Potensi Sumber Daya dan Langkah Kedepan

Hasil uji laboratorium dari ESDM Provinsi Jawa Timur akan menentukan langkah selanjutnya, apakah cairan tersebut benar minyak bumi atau jenis cairan lain yang mirip. Pemkab Bangkalan siap menindaklanjuti sesuai hasil analisis ilmiah.

Selain itu, Pemkab akan meninjau regulasi dan prosedur pengeboran sumur bor warga agar kegiatan ini aman, meminimalkan risiko bencana, dan mengedukasi masyarakat mengenai potensi sumber daya alam lokal.

“Pengalaman sebelumnya menunjukkan, pengawasan dan prosedur formal sangat penting agar warga tidak menimbun risiko keselamatan,” ujar Zainul.

Dengan langkah koordinasi, pengamanan lokasi, dan uji laboratorium, Pemkab Bangkalan berupaya memastikan kejadian ini ditangani secara aman, ilmiah, dan transparan. Hasil investigasi juga akan menjadi dasar kebijakan terkait eksplorasi sumber daya lokal di masa depan.

Baca juga: “Ini penjelasan KSAD soal biaya pengeboran sumur bagi korban bencana”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *