Kasus Baru Vape: Remaja 16 Tahun Jalani 3 Operasi Paru

Kasus Baru Vape: Remaja 16 Tahun Jalani 3 Operasi Paru

wirelessimpacts – Kasus Baru Vape : Seorang remaja Selandia Baru mengalami kerusakan paru berat setelah kecanduan vape sejak usia 14 tahun. Kebiasaan ini membuat kesehatan fisiknya menurun hingga akhirnya memerlukan tiga operasi besar. Kasus ini kembali menyoroti peningkatan penggunaan vape sekali pakai di kalangan remaja.

LeeRay King mulai menggunakan vape karena pengaruh teman. Ia menghabiskan hingga empat perangkat vape sekali pakai setiap minggu. Konsumsi berlebihan membuat dadanya sering nyeri dan napasnya berat. Kondisi ini berulang selama beberapa bulan sebelum akhirnya memburuk pada pertengahan 2025.

Pemeriksaan medis menunjukkan paru-paru kiri tidak bisa mengembang dengan normal. Dokter menemukan kebocoran udara antara paru dan dinding dada. Kondisi ini disebut pneumotoraks. Penyakit tersebut menyebabkan paru-paru kolaps hingga empat kali dalam empat bulan. Tim medis kemudian memutuskan tindakan operasi untuk mengambil jaringan paru yang rusak.

Sang ibu, Kylee Jope, mengatakan rasa sakit putranya sering kambuh pada malam hari. Ia menyebut keputusan untuk operasi adalah langkah penting untuk memulihkan pernapasan anaknya. “Kami tidak ingin menunggu sampai kondisinya memburuk,” ujarnya dalam laporan media lokal.

Data Kementerian Kesehatan Selandia Baru menunjukkan peningkatan kasus kerusakan paru terkait vape dalam tiga tahun terakhir. Remaja adalah kelompok yang paling rentan karena akses produk yang mudah dan promosi agresif.

Setelah menjalani tiga operasi, LeeRay bertekad berhenti menggunakan vape. Dokter menyarankan pemantauan rutin untuk memastikan pemulihan penuh. Kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi remaja lain tentang risiko serius dari penggunaan vape jangka panjang.

Baca Juga : “Bea Cukai mengungkap 4 Mesin Pembuat Rokok Ilegal

Kasus Baru Vape: Tiga Operasi Paru Dilakukan untuk Menangani Kerusakan Akibat Vape

Dokter melakukan tiga prosedur operasi untuk menangani kerusakan paru seorang remaja yang mengalami pneumotoraks akibat penggunaan vape jangka panjang. Serangkaian tindakan ini dilakukan untuk mencegah kolaps ulang dan menyelamatkan fungsi paru yang tersisa.

Prosedur pertama dilakukan dengan menempelkan paru-paru pada dinding dada. Teknik ini bertujuan menjaga paru tetap mengembang. Operasi kedua dilakukan dengan mengangkat lapisan dinding dada melalui prosedur pleurektomi. Tindakan terakhir dilakukan dengan memotong bagian paru-paru yang menghitam dan rusak. Jaringan yang diangkat kemudian disimpan dalam kantong plastik medis sebagai dokumentasi.

Keluarga berencana mengubur jaringan tersebut di taman rumah. Mereka juga akan menanam pohon sebagai simbol proses penyembuhan yang telah dilalui. Keputusan itu menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan sang remaja untuk pulih dari kondisi serius.

Selama masa pemulihan, ia menyadari bahaya nyata dari penggunaan vape. Ia kini aktif memberikan edukasi kepada remaja lain mengenai risiko kesehatan. Pesan ini penting karena tren vaping meningkat di banyak negara, termasuk Selandia Baru.

“Saya tidak ingin mereka mengalami apa yang saya lalui,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Ia menegaskan bahwa penderitaan akibat kecanduan vape tidak seharusnya dialami generasi muda. Ia juga menegaskan tidak akan kembali menggunakan vape setelah operasi besar tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai dampak kesehatan vape. Tenaga kesehatan berharap lebih banyak program edukasi diberikan kepada remaja untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca Juga : “Masker Wajah Terbaru: Pilih Sesuai Masalah Kulitmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *