WAKIL BUPATI KUDUS SIDAK DAPUR SPPG UNTUK CEK HIGIENITAS MAKANAN
wirelessimpacts – Wakil Bupati (Wabup) Kudus, Bellinda, melakukan kunjungan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bae, Kamis (26/9/2025). Kunjungan ini bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi menyusul kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Dalam sidaknya, Bellinda menemukan banyak lalat beterbangan di dapur. Beberapa makanan juga belum tertutup rapat, sehingga berisiko terkontaminasi. “Hari ini kami cek dapur MBG. Di sini belum ada insect killer dan masih ada lalatnya. Selain itu makanannya tidak ditutupi. Kami evaluasi agar segera dibenahi,” ujar Bellinda.
Baca Juga: “Prabowo di Sidang Umum PBB Singgung Konflik & Genosida“
Tidak hanya soal lalat, Bellinda juga meninjau tempat penampungan sampah sisa masakan yang berada di belakang dapur. Menurutnya, pengelolaan sampah yang tepat dapat mencegah lalat datang. Ia menekankan perlunya alat pembasmi lalat untuk menjaga kebersihan dapur.
Selain itu, ia melihat sejumlah petugas memasak belum memakai masker dan sarung tangan. Bellinda menegaskan, higienitas dalam menyiapkan makanan harus dijaga, terutama karena MBG disajikan untuk siswa. “Apapun yang disajikan harus baik, karena imun siswa berbeda-beda. Higienitas harus terjaga sejak dari dapur,” kata dia.
DATA KEMENKES TUNJUKKAN SPPG MASIH MINIM SERTIFIKASI HIGIENIS
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari mengungkap data Kementerian Kesehatan terkait SOP Keamanan Pangan di SPPG. Per September 2025, dari 1.379 SPPG, hanya 413 yang memiliki SOP Keamanan Pangan dan 312 yang benar-benar menjalankan SOP.
Qodari menambahkan, SOP ini penting untuk mencegah kasus keracunan akibat makanan MBG. Selain itu, Kemenkes juga memiliki Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sebagai bukti pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan. Namun, data per 22 September 2025 menunjukkan dari 8.583 SPPG, hanya 34 yang memiliki SLHS. Artinya, 8.549 SPPG masih belum tersertifikasi.
“Kalau ingin mengatasi masalah ini, SOP Keamanan Pangan harus ada dan dijalankan. SLHS menjadi bukti tertulis bahwa standar mutu terpenuhi,” ujar Qodari. Data ini menunjukkan masih banyak SPPG yang perlu perbaikan dalam manajemen higienitas.
Dengan temuan tersebut, Wabup Bellinda mendorong perbaikan segera, mulai dari pengelolaan sampah, penyediaan alat pembasmi lalat, hingga penggunaan masker dan sarung tangan oleh petugas dapur. Tujuannya jelas: memastikan MBG aman dikonsumsi siswa dan meminimalkan risiko keracunan.
Baca Juga: “PB PASI Targetkan Atlet Indonesia Pecah Rekor Running Festival“




Leave a Reply