wirelessimpacts.org – Bintang acara realitas televisi Inggris, Jack Fincham, kembali menjadi sorotan publik. Mantan pemenang Love Island itu mengaku menjalani rehabilitasi narkoba setelah kembali kecanduan gas tertawa. Kondisi tersebut diperparah oleh masalah keuangan yang membuat hidupnya semakin tidak stabil.
Jack Fincham secara terbuka menceritakan situasinya kepada media Inggris. Ia mengungkapkan bahwa saldo rekeningnya kini hanya tersisa 20 poundsterling. Pengakuan ini memicu perhatian luas karena kontras dengan statusnya sebagai figur publik terkenal.
Dalam wawancara dengan surat kabar Mirror, Jack Fincham mengungkap awal mula kekambuhan. Ia mulai menggunakan gas tertawa setelah keluar minum alkohol pada Desember 2025. Saat itu, ia mengira telah berhasil mengatasi kecanduan narkoba sebelumnya.
“Sejak saat itu saya kembali menggunakan narkoba,” ujar Jack dalam wawancara tersebut. Ia menyebut zat yang digunakan adalah gas dinitrogen monoksida atau nitrous oxide. Zat tersebut dikenal luas sebagai laughing gas.
Jack mengaku menggunakan gas tertawa bersama teman-temannya. Ia menyebut tindakannya sebagai keputusan bodoh. Jack juga mengungkapkan rasa malu yang mendalam terhadap kondisinya saat ini.
Baca juga: “Fans Heboh, Harry Styles Dikabarkan Siap Rilis Musik Baru”
Pada usia 33 tahun, Jack Fincham merasa gagal memenuhi ekspektasi hidup. Ia menyatakan seharusnya sudah mapan secara finansial. Ia juga merasa seharusnya telah membangun kehidupan keluarga.
Pernyataan tersebut mencerminkan tekanan psikologis yang ia rasakan. Jack mengakui tekanan itu turut memengaruhi keputusannya. Kondisi mentalnya disebut semakin rapuh akibat masalah keuangan dan citra publik.
Masalah Jack Fincham tidak berhenti pada kecanduan. Kehidupannya semakin kacau setelah sebuah insiden terekam kamera. Ia terlihat mencium seorang wanita dalam kondisi mabuk berat.
Jack mengaku tidak mengingat kejadian tersebut sama sekali. Alkohol dan narkoba membuatnya kehilangan kendali. Insiden itu memperburuk citra publiknya di media Inggris.
Sorotan media semakin intens setelah pengakuannya dipublikasikan. Publik kemudian mengetahui bahwa Jack tidak memiliki simpanan keuangan. Kondisi tersebut membuatnya sulit mencari bantuan rehabilitasi secara mandiri.
Jack Fincham secara terbuka menyatakan tidak mampu membayar pusat rehabilitasi. Biaya perawatan kecanduan di Inggris tergolong mahal. Hal ini menjadi hambatan utama bagi proses pemulihannya.
Namun, situasi Jack berubah setelah kisahnya mendapat perhatian. Sebuah organisasi bernama Steps Together menawarkan bantuan. Organisasi tersebut berfokus pada pemulihan kesehatan mental dan kecanduan.
Steps Together menyediakan tempat rehabilitasi bagi Jack. Nilai bantuan tersebut mencapai 32.000 poundsterling. Jika dikonversi, jumlahnya sekitar Rp732,66 juta.
Jack Fincham mulai menjalani rehabilitasi di Rainford Hall pada Senin, 26 Januari. Program tersebut berlangsung selama dua bulan penuh. Selama masa itu, Jack akan menjalani terapi intensif.
Program rehabilitasi mencakup terapi enam hari dalam sepekan. Selain terapi psikologis, terdapat latihan fisik terstruktur. Jack akan berlatih bersama pelatih tinju profesional.
Pendekatan ini bertujuan memperkuat fisik dan mental pasien. Aktivitas fisik dianggap penting dalam proses pemulihan kecanduan. Program ini dirancang untuk membangun disiplin dan ketahanan diri.
Jack Fincham menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan rehabilitasi tersebut. Ia menyadari tidak semua orang mendapatkan bantuan serupa. Kesadaran ini mendorongnya untuk berkomitmen penuh.
“Saya tahu saya beruntung,” kata Jack. Ia menegaskan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Jack berjanji akan bekerja keras selama proses rehabilitasi.
Ia juga menyatakan tidak ingin mengecewakan siapa pun lagi. Janji tersebut ditujukan kepada pendukung, keluarga, dan pihak yang membantunya. Jack ingin membuktikan keseriusannya untuk berubah.
Gas tertawa atau nitrous oxide semakin sering disalahgunakan di Inggris. Zat ini kerap dianggap ringan dan aman. Padahal, penggunaan berlebihan dapat memicu kecanduan serius.
Pemerintah Inggris telah memperingatkan bahaya nitrous oxide. Efek jangka panjangnya dapat merusak saraf dan kesehatan mental. Kasus Jack Fincham menjadi contoh dampak nyata penyalahgunaan tersebut.
Kasus Jack Fincham menunjukkan pentingnya dukungan sistem pemulihan. Keterbukaan publik figur dapat meningkatkan kesadaran tentang kecanduan. Langkah rehabilitasi menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
Ke depan, keberhasilan Jack bergantung pada konsistensi dan dukungan berkelanjutan. Publik kini menantikan perkembangan proses pemulihannya. Kisah ini juga menjadi pengingat tentang rapuhnya kesehatan mental, bahkan bagi selebritas.




Leave a Reply