Pembangunan Istana Wapres Di IKN Tuntas 100 Persen

wirelessimpacts.org – Pembangunan fisik Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kini telah rampung 100 persen.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan, pengerjaan bangunan utama telah selesai. “Progres fisik Istana Wakil Presiden sudah capai 100 persen,” ujarnya saat ditemui Selasa.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pengadaan mebel dan penyempurnaan interior. Semua perabot untuk Istana Presiden dan Wakil Presiden menjadi tanggung jawab Sekretariat Negara.

Luas dan Nilai Kontrak Istana Wakil Presiden

Istana Wakil Presiden menempati lahan seluas 148.417 meter persegi, dengan luas bangunan 32.061 meter persegi. Nilai kontrak pengerjaan mencapai sekitar Rp1,457 triliun.

Bangunan ini dirancang dengan konsep arsitektur “huma betang umai”, bahasa Dayak yang berarti ibu sebagai pengayom, pelindung, pemberi, dan pemelihara. Konsep ini mengambil inspirasi dari rumah panggung panjang khas Kalimantan, terutama di Kalimantan Timur, Barat, dan Tengah.

Baca juga: “Bappenas Optimis Kakao Pacu Pendapatan Petani di Indonesia”

Desain Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Menurut Basuki, Istana Wakil Presiden mengusung prinsip hemat energi. Bangunan menggunakan konsep pendingin hibrida yang memaksimalkan sirkulasi udara silang.

Orientasi bangunan mengikuti arah matahari barat dan timur, mengurangi panas pada struktur dan menurunkan konsumsi energi untuk pendingin udara. “Bangunan hemat energi, ramah lingkungan, serta nyaman bagi penggunanya,” tambah Basuki.

Penyempurnaan Interior dan Perabot

Meski pembangunan fisik rampung, tahap penyempurnaan interior masih berlangsung. Pemasangan mebel dan perabotan akan menyesuaikan fungsi resmi Istana. Hal ini dilakukan agar Istana Wakil Presiden siap digunakan untuk kegiatan pemerintahan dan protokoler.

Pembangunan IKN Secara Keseluruhan

Basuki menegaskan, pembangunan infrastruktur IKN secara keseluruhan berjalan sesuai jadwal. Fasilitas hunian, perkantoran, serta infrastruktur utama ekosistem pemerintahan termasuk lembaga legislatif dan yudikatif ditargetkan rampung pada 2028.

“Semua fasilitas telah dirancang untuk mendukung operasional pemerintah pusat secara modern dan efisien,” ujar Basuki.

Istana Wakil Presiden sebagai Ikon Arsitektur Lokal

Selain berfungsi sebagai kantor dan tempat tinggal resmi, Istana Wakil Presiden juga menjadi simbol integrasi budaya lokal ke dalam arsitektur modern. Konsep rumah panggung panjang mengedepankan nilai kearifan lokal sekaligus fungsi praktis bagi pengguna.

Dengan selesainya pembangunan fisik dan progres penyempurnaan interior, Istana Wakil Presiden di IKN siap mendukung transformasi ibu kota baru menjadi pusat pemerintahan berstandar internasional.

Baca juga: “Ada Kolam Renang Olympic Size 50 Meter di Istana Wakil Presiden IKN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *