Pramono Tunjukkan Gaya Komunikasi Gubernur Jakarta di Jabar

Pramono Tunjukkan Gaya Komunikasi Gubernur Jakarta di Jabar

Gaya Komunikasi Pramono: Memimpin Jakarta dengan Hati

wirelessimpacts – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kepemimpinannya dibangun melalui komunikasi dengan hati. Ia mengaku terbuka terhadap kritik warga dan menjadikan masukan publik sebagai dasar kebijakan. Hal ini disampaikan saat mengisi kuliah umum di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Jawa Barat, dengan tema “Komunikasi Publik Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Menuju Kota Global”.

Menurut Pramono, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan pesan, tetapi juga soal memilih cara. Ia memilih mendengar, merespons, dan menyelesaikan persoalan dengan empati. “Komunikasi itu pilihan. Saya memilih berkomunikasi dengan hati, terbuka terhadap kritik, dan menghargai masukan masyarakat,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Baca Juga: “PB PASI Targetkan Atlet Indonesia Pecah Rekor Running Festival

Kritik Warga Jadi Bahan Kebijakan

Pramono mencontohkan bagaimana kritik warga di media sosial sering menjadi pintu solusi. Salah satunya ketika pagar Stasiun Cikini dikeluhkan. Banyak warga menilai keberadaan pagar mengganggu akses pejalan kaki. Masukan tersebut ditindaklanjuti dengan membuat pelican crossing. Hasilnya, persoalan yang terbengkalai belasan tahun dapat terselesaikan dengan langkah sederhana.

Contoh lain adalah keluhan masyarakat mengenai kemacetan di Jalan TB Simatupang akibat proyek infrastruktur. Pramono memilih mengakui masalah dan langsung mencari solusi. Ia meminta satu lajur tol dibuka gratis untuk umum hingga proyek selesai. Menurut laporan, kebijakan sementara itu mampu menurunkan kemacetan hingga 20 persen.

“Bagi saya, kritik adalah sumber informasi. Dari sana kita bisa melihat masalah nyata dan mengambil keputusan tepat,” jelasnya.

Apresiasi Akademisi dan Alumni

Kuliah umum tersebut juga menjadi momen penghargaan dari dunia akademik. Rektor Universitas Padjajaran, Arief Kartasasmita, menyebut Pramono sebagai alumni yang patut diteladani. Ia menilai pengalaman kepemimpinan yang dibagikan dapat menginspirasi mahasiswa. “Di kampus banyak teori, tapi hari ini mahasiswa belajar langsung dari praktik kebijakan publik di Jakarta,” kata Arief.

Senada, Kaprodi Ilmu Komunikasi Unpad, Kunto S. Wibowo, menilai gaya komunikasi Pramono menekankan aspek mendengar. Selama ini komunikasi sering dipahami sebagai kemampuan berbicara. Namun, menurut Kunto, justru kemampuan mendengarkan yang membuat kebijakan lebih relevan. “Pejabat publik harus memiliki keterampilan mendengar. Itu kunci agar kebijakan berdampak pada masyarakat,” tegasnya.

Komunikasi Publik Menuju Jakarta Global

Pramono menegaskan, gaya komunikasi terbuka menjadi modal penting membawa Jakarta menuju status kota global. Ia menilai kota besar dunia selalu menempatkan partisipasi masyarakat sebagai fondasi pembangunan. Kritik bukan hambatan, melainkan bahan rujukan untuk melahirkan kebijakan adaptif.

Dengan pendekatan komunikasi publik yang partisipatif, Jakarta diharapkan mampu menjawab tantangan urbanisasi, transportasi, hingga tata kelola kota. Pramono mengingatkan mahasiswa bahwa teori komunikasi tidak berhenti di ruang kelas. Praktik komunikasi yang jujur, mendengar, dan solutif adalah kunci dalam memimpin kota modern.

Baca Juga: “Wakil Bupati Kudus Sidak Dapur SPPG, Temukan Lalat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *