Roblox Terapkan Verifikasi Swafoto, Pengguna Khawatir

Roblox Terapkan Verifikasi Swafoto, Pengguna Khawatir

wirelessimpacts – Roblox kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan kebijakan verifikasi usia berbasis swafoto dan identitas resmi.
Perusahaan menghadapi tekanan publik dan regulator karena maraknya kasus predator anak di platform tersebut.

Kebijakan diumumkan 18 November 2025, menawarkan dua metode verifikasi: estimasi usia melalui pemindaian wajah atau unggah identitas resmi.
Proses diklaim bersifat sukarela, tetapi akun yang belum diverifikasi tidak bisa menggunakan fitur chat atau obrolan teks.
Setelah lolos verifikasi, akun masuk ke kelompok usia mulai dari 9–12, 13–15, 16–17, 18–20, hingga 21 tahun ke atas.
Interaksi antar-kelompok juga dibatasi dan hanya dapat dilakukan lewat fitur Trusted Connection.

Kritik muncul karena kurangnya penjelasan soal mekanisme estimasi usia.
Pemindaian wajah dijalankan melalui kamera aplikasi dan diproses oleh pihak ketiga, Persona.
Beberapa pengguna melaporkan hasil estimasi tidak akurat, termasuk orang dewasa dinilai sebagai anak-anak.
Seorang pemain menyatakan, “Saya sudah 23 tahun, tapi Roblox bilang saya 13 tahun,” menghambat komunikasi dengan teman.
Kasus lain melibatkan anak 11 tahun yang masuk kategori dewasa secara salah.

Kritikus menyoroti risiko privasi dan keamanan data wajah maupun identitas, mempertanyakan bagaimana Persona menyimpan informasi sensitif.
Ahli keamanan digital merekomendasikan agar Roblox menambah transparansi dan opsi kontrol data bagi pengguna.
Meski kontroversial, kebijakan ini menunjukkan upaya Roblox meningkatkan perlindungan anak di platform global.
Ke depan, perusahaan diharapkan memperbaiki akurasi sistem dan memperjelas prosedur untuk menjaga kepercayaan komunitas.

Baca Juga : “Restoran Thailand Terendam Banjir Jadi Daya Tarik Baru”

Roblox Terapkan Estimasi Usia untuk Fitur Chat Demi Keamanan Anak

Roblox akan menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan estimasi usia untuk mengakses fitur chat dalam game.
Langkah ini bertujuan meningkatkan keamanan pengguna di bawah umur dan menanggapi kritik dari pemerintah serta orang tua.

Mengutip The Verge, aturan baru akan dijalankan bertahap mulai Desember 2025 dan berlaku penuh Januari 2026 di seluruh negara dengan fitur chat.
Tahap awal akan diterapkan di Australia, Belanda, dan Selandia Baru, sebelum diperluas ke negara lain di dunia.
Pengguna yang lolos estimasi usia akan ditempatkan dalam enam kelompok: di bawah 9, 9–12, 13–15, 16–17, 18–20, hingga 21 tahun ke atas.
Hanya interaksi dalam kelompok usia yang sama atau “serupa” yang diizinkan, membatasi risiko percakapan tidak sesuai.

Rajiv Bhatia, Wakil Presiden Roblox, menjelaskan, “Pengguna hanya bisa chatting dengan kelompok usia yang sama atau dianggap sesuai.”
Contohnya, Elisa, berusia 12 tahun, hanya bisa mengobrol dengan pengguna 15 tahun ke bawah, sementara Marcus, 18 tahun, hanya bisa dengan 16 tahun ke atas.
Roblox juga memungkinkan fitur Trusted Connection untuk menambah anggota keluarga tertentu, seperti adik berusia 13 tahun ke atas.

Perusahaan menggunakan layanan Persona untuk verifikasi visual, menegaskan semua gambar atau video dihapus setelah pemrosesan selesai.
Kebijakan ini muncul setelah berbagai gugatan di AS menyoroti kurangnya perlindungan bagi pengguna di bawah umur selama ini.
Roblox berharap langkah ini meningkatkan keamanan chat room dan membangun kepercayaan orang tua terhadap platform.

Ke depan, perusahaan berencana terus menyempurnakan akurasi estimasi usia dan transparansi data, menjaga interaksi tetap aman, serta mencegah akses tidak sesuai oleh anak-anak.
Kebijakan ini juga sejalan dengan tren global untuk memperketat perlindungan anak di platform digital interaktif.

Baca Juga : “Tren Kecantikan Ekstrem: Masker Darah Haid Jadi Fenomena Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *