wirelessimpacts – Meta resmi menghentikan tombol Like dan komentar eksternal Facebook sebagai bagian dari pembaruan platform. Langkah ini menandai pergeseran besar dari elemen Web 2.0 yang dulu mendominasi situs dan blog.
Meta menjadwalkan penutupan plugin ini pada 10 Februari 2026. Perusahaan menjelaskan bahwa fitur tersebut sudah tidak relevan karena interaksi pengguna kini terpusat di aplikasi seluler. Penggunaan tombol eksternal juga terus menurun seiring perubahan pola konsumsi konten digital.
Meta menyebut keputusan ini penting untuk menjaga efisiensi platform. Plugin tersebut dianggap sebagai peninggalan era lama yang tidak lagi mendukung kebutuhan pengembang modern. “Perubahan ini mencerminkan komitmen kami untuk mempertahankan platform yang efisien dan modern,” tulis Meta dalam pernyataan resmi.
Tombol Like dan komentar eksternal pertama kali dirilis pada 2016. Fitur ini memudahkan pengguna menyukai atau berkomentar tanpa meninggalkan situs lain. Pada masa puncaknya, tombol ini menjadi alat penting bagi kreator dan membantu Facebook mengumpulkan data dari situs pihak ketiga.
Kini, interaksi digital bergeser ke dalam aplikasi native. Komentar dan like lebih banyak terjadi di ekosistem internal platform, bukan pada halaman situs eksternal. Meta memastikan pengembang tidak perlu melakukan penyesuaian karena perubahan ini tidak memengaruhi fungsi utama situs.
Di sisi lain, Meta menghadapi sorotan baru. Dokumen internal yang ditinjau Reuters menyebut iklan penipuan di platform Meta menghasilkan potensi pendapatan hingga USD 16 miliar pada tahun lalu. Penelitian internal juga mencatat bahwa aplikasi Meta terlibat dalam sepertiga kasus penipuan di Amerika Serikat.
Baca Juga : “Gejala Stroke: Kenali Tanda Awal dan Cara Penanganan Cepat“
Tombol Like dan Komentar : Meta Perketat Aturan Iklan Penipuan dan Ubah Kebijakan Privasi Grup Facebook
Meta memperbarui kebijakan untuk menangani iklan penipuan dan pengelolaan privasi di Grup Facebook. Perusahaan kini hanya memblokir pengiklan jika sistem otomatis yakin 95 persen bahwa akun tersebut melakukan penipuan. Jika tingkat keyakinan belum tercapai, pengiklan tetap aktif namun harus membayar tarif iklan lebih tinggi sebagai penalti.
Model penalti ini diklaim Meta sebagai cara untuk membatasi penyalahgunaan iklan. Namun mekanisme tersebut menimbulkan kekhawatiran karena iklan berisiko tetap menjangkau pengguna. Ketika iklan penipuan diklik, algoritma Meta menganggap pengguna tertarik dan menampilkan lebih banyak iklan serupa.
Meta juga mengumumkan pembaruan besar pada Grup Facebook. Admin kini dapat mengubah grup privat menjadi publik tanpa mengorbankan privasi anggota lama. “Semua konten lama akan tetap privat dan daftar anggota tetap terlindungi,” tulis Meta dalam penjelasan yang dikutip TechCrunch pada Kamis, 6 November 2025.
Perubahan privasi dapat dilakukan melalui halaman pengaturan. Semua admin akan menerima notifikasi dan diberi waktu tiga hari untuk membatalkan perubahan. Jika tidak dibatalkan, grup otomatis menjadi publik setelah masa peninjauan.
Setelah grup menjadi publik, unggahan baru akan terlihat oleh siapa pun, termasuk pengguna non-Facebook. Konten publik juga dapat diindeks mesin pencari seperti Google dan Yahoo, meningkatkan jangkauan grup. Namun anggota lama tetap mendapat peringatan saat pertama kali mengunggah atau berkomentar dalam status publik.
Admin tetap bisa mengembalikan grup menjadi privat. Pada mode privat, hanya anggota yang disetujui admin yang dapat bergabung. Pembaruan ini memberi fleksibilitas bagi komunitas yang ingin berkembang tanpa membuat grup baru.
Ke depan, Meta perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan komunitas dan keamanan pengguna, terutama di tengah meningkatnya risiko penyalahgunaan iklan digital.
Baca Juga : “Harga Minyak Dunia Naik Tipis Setelah Anjlok“




Leave a Reply