Kemenkes Pastikan 326 SPPG Bersertifikat Laik Higienis Sanitasi
wirelessimpacts – Sebanyak 326 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinyatakan telah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jumlah tersebut masih tergolong kecil dibandingkan dengan total sekitar 10.700 SPPG yang menjadi target sertifikasi.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus menjelaskan, hingga kini sekitar 2.500 SPPG telah diperiksa, sementara 2.000 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum dinyatakan layak. Proses laboratorium membutuhkan waktu 5–7 hari untuk memastikan kelayakan,” kata Benjamin dalam keterangan resminya, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga”Prabowo Jelaskan Alasan Rancang Program MBG Sejak 2023“
Ia menegaskan, setiap SPPG wajib menjalani prosedur pemeriksaan menyeluruh, mencakup kebersihan lingkungan, sanitasi, dan kualitas air, sebagai bagian dari upaya mencegah keracunan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika hasil evaluasi menunjukkan belum memenuhi standar, SPPG tersebut tidak diperbolehkan beroperasi hingga memenuhi persyaratan.
“Jadi kami terus dorong agar SPPG segera mendaftar dan mengikuti uji laboratorium. Pengawasan dilakukan ketat untuk menjamin keamanan pangan,” tambah Benjamin.
Kemenkes juga memastikan proses sertifikasi ini berjalan paralel dengan pelaksanaan program MBG yang terus dipantau secara nasional. Menurut Benjamin, penghentian program secara total bukan solusi tepat karena sebagian besar daerah tidak mengalami kendala. “Kalau ada satu titik bermasalah, tidak berarti seluruh 10 ribu lokasi harus dihentikan. Itu tidak adil bagi yang sudah memenuhi syarat,” ujarnya.
Pengawasan Diperkuat, MBG Tetap Berjalan dan Dipantau
Sebagai langkah strategis, Kemenkes meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki ahli kesehatan lingkungan di setiap lini pengawasan. Kebijakan ini bertujuan memperkuat monitoring higienitas dan mencegah potensi masalah di lapangan.
Benjamin menegaskan, MBG merupakan bentuk intervensi langsung negara untuk memperbaiki status gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting dan penyakit akibat kekurangan gizi. Program ini juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan setiap anak Indonesia memperoleh akses makanan bergizi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, dukungan terhadap MBG harus terus ditingkatkan karena gizi yang baik berkontribusi besar terhadap kesehatan nasional. Gizi juga berkaitan dengan TBC, stunting, infeksi, hingga kematian ibu dan anak,” ujarnya.
Kemenkes berkomitmen menjaga agar seluruh SPPG memenuhi standar higienitas melalui pendekatan ilmiah dan berbasis bukti. Sertifikasi SLHS diharapkan menjadi tolok ukur utama bagi keberlanjutan program MBG yang aman dan berkualitas.
Ke depan, Kemenkes akan mempercepat proses uji laboratorium serta memperluas pendampingan teknis bagi SPPG di seluruh daerah.
Baca Juga”Polda Metro Jaya Libatkan Ormas untuk Perkuat Keamanan“




Leave a Reply